PALU ARIT DI MIMBAR MASJID: Wacana Islamisme-Komunisme Hadji Mohammad Misbach (1876-1926)

Penulis
Noor Huda
Editor
Dr. Habib, S.Ag., M.Ag.
Tahun Terbit
2025
Isbn
-
Edisi
-
Halaman
398
Ukuran
15,5 x 23,5 cm
Bahan
Bookpaper
Harga
75000
Synopsis
Di tengah sejarah Indonesia yang kerap disederhanakan dalam dikotomi “Islam versus Komunisme,” buku Palu Arit di Mimbar Masjid: Wacana Islamisme–Komunisme Hadji Mohammad Misbach (1876–1926) hadir sebagai upaya berani untuk memulihkan kompleksitas intelektual masa lalu. Melalui penelitian historis yang tajam dan refleksi teoritis yang mendalam, buku ini menyingkap bagaimana Hadji Mohammad Misbach — ulama, aktivis, dan jurnalis dari Surakarta — memadukan Islam dan komunisme sebagai dua kekuatan moral dalam perjuangan melawan kolonialisme dan ketidakadilan sosial Bagi Misbach, Islam sejati tidak berhenti di mihrab, dan komunisme sejati tidak berhenti di kelas pekerja. Keduanya bertemu dalam cita-cita kemanusiaan: menegakkan keadilan, menghapus penindasan, dan memanusiakan manusia. Gagasan ini membuatnya dicatat sebagai salah satu pemikir paling progresif dalam sejarah Islam Indonesia — seorang “Muslim komunis” yang tetap teguh pada iman, namun berani menafsirkan agama dalam bahasa revolusi Palu Arit di Mimbar Masjid bukan sekadar biografi tokoh, melainkan jendela untuk memahami pergulatan besar ideologi, kolonialisme, dan spiritualitas dalam sejarah bangsa. Buku ini mengajak pembaca melampaui stigma politik, menembus sekat ideologis, dan melihat bahwa iman dan pembebasan sejatinya bisa berjalan seiring. “Sebuah karya penting yang memulihkan suara Islam progresif Indonesia — tajam, berani, dan menggugah.”